Senin, 21 Maret 2016

Minggu, 27 September 2015

Macam-Macam Tipe Mahasiswa

1.   Mahasiswa Pengejar IP
Apa itu mahasiswa pengejar IP? Tipe mahasiswa yang biasanya serius ini adalah mahasiswa dimana IP adalah satu-satunya yang menjadi tujuan utama. Mahasiswa ini biasanya mempunyai kemampuan intelektual yang lebih tinngi dibanding kemampuannya untuk bersosialisasi. Dia biasanya akan kuliah dengan sungguh-sungguh, jarang bolos kuliah, rajin belajar, tekun dan all out mengerjakan tugas, melakukan semua perintah dosen, bahkan rela berkorban hanya demi mendapatkan IP tinggi tetapi bukan berkorban untuk bertindak curang lho. Biasanya mahasiswa pengejar IP ini beralasan karena ambisi akan IP yang tinggi, tanggung jawab dengan orang tua atau orang yang membiayai kuliahnya, atau bahkan karena tuntutan beasiswa. Mahasiswa ini termasuk tipe mahasiswa tidak neko-neko maka tidak jarang mahasiwa ini akan cepat menyelesaikan SKS-SKS kuliahnya, cepat kelar skripsinya, dan lulus tepat waktu. Mahasiswa ini biasanya tidak ikut banyak organisasi di kampus, tidak mempunyai bisnis sampingan dan pekerjaan lain, serta tidak senang kluyuran seperti mahasiswa di TV-TV. Maka tidak aneh jika mahasiswa bertipe ini akan merasa jenuh dan bosan dengan rutinitas yang cenderung monoton yakni hanya mengerjakan tugas, kuliah, dan pulang.
2.   Mahasiswa Aktivis
Mahasiswa aktivis adalah mahasiswa yang senang ikut organisasi di kampus bahkan ekstra kampus. Mahasiswa ini senang bersosialisasi dengan lingkungan, rela mengabdi kepada masyarakat tanpa dibayar, dan bahkan mengorbankan kuliahnya untuk melakukan aktivitas di organisasinya. Sehingga tidak sedikit mereka yang lulus tidak tepat waktu. Bisa disebut kampus rumah keduanya setelah rumah orang tuanya baru disusul kos. 24 jam waktunya rela dikorbankan untuk kumpul-kumpul bersama anggota lain di organisasinya dan mengabdi kepada masyarakat. Nah mahasiswa yang senang demo termasuk ikut tipe ini. Memang biasanya mahasiswa ini akan lebih dikenal oleh mahasiswa lain di kampus dan dosen-dosen. Ikut mempersiapkan dan menjadi panitia seminar dan acara-acara lain di kampus akan sering dihadapi mahasiswa ini sehingga nantinya mahasiswa tipe ini akan merasa tidak canggung menghadapi masyarakat umum saat terjun di masyarakat. Memang berorganisasi penting dilakukan selain mempersiapkan untuk kehidupan nantinya biasanya dalam mencari pekerjaan, pengalaman berorganisasi di kampus juga ikut andil diterima tidaknya mahasiswa itu bekerja di tempat tersebut.
3.   Mahasiswa Bisnis
Nah tipe mahasiswa ini selain mengejar gelar sarjana juga akan mendapatkan penghasilan dan pengalaman berkerja. Mahasiswa ini biasanya mempunyai usaha kecil-kecilan atau bekerja di waktu luangnya. Jadi tidak jarang jika mahasiswa ini  membayar uang kuliahnya dari hasil keringatnya sendiri tanpa harus meminta dan bergantung kepada orang tua. Termasuk mahasiswa mandiri sehingga mahasiswa berkantong tebal ini biasanya pintar mengambil peluag bisnis dan berani mengambil resiko. Mahasiswa ini juga disibukkan dengan mengikuti seminar–seminar  kewirausahaan dan jika diikutkan pada organisasi paling organisasi yang diminati adalah organisasi yang berbau dengan bisnis seperti kewirausahaan. Bisnis yang sering dilakukan oleh mahasiswa biasanya adalah menjadi guru les privat, berjualan online, menjadi penulis dadakan, ikut perlombaan, penjaga warnet, membatu di loundry, membantu di warteg, warung makanan atau warung minuman lain, berjualan makanan kecil di kampus, mencari uang di internet, de el el. Sehingga tidak usah kuatir jika natinya susah mencari pekerjaan setelah lulus, mahasiswa ini dapat meneruskan usahanya di saat kuliah.
4.   Mahasiswa Biasa
Mahasiswa ini ni yang seharusnya tidak boleh ditiru karena akan hanya mengikuti arus mengalir seperti tidak bersemangat menjadi mahasiswa. Pikirannya hanya yang enak-enak saja sebagai mahasiswa. Kuliah seenaknya saja karena IP juga biasa saja, organisasi tidak punya, apalagi bisnis. Aktivitasnya adalah kuliah atau pun bersenang-senang bermain dengan mahasiswa lain yang setipe. Jarang belajar dan tugas pun hanya ikut-ikutan. Apalagi di saat harus mengerjakan tugas berkelompok, mahasiswa ini seringnya tidak pernah ikut berkumpumpul atau mengerjakan tugas bersama alias hanya titip nama dan NIM. Kuliah hanya mendengarkan apa yang dibicarakan dosen tanpa menyerap dari isi dan materinya. Persis seperti mahasiswa di TV-TV yang hanya bermain tanpa dibebani dengan tugas sehingga tidak jarang jika mahasiswa ini akan molor untuk lulus. Mahasiswa ini akan sulit mencari pekerjaan pada nantinya karena IP tinggi juga tidak punya apalagi pengalaman organisasi kecuali berkerja di perusahaan di keluarga karena biasanya mahasiswa bertipe ini adalah anak dari keluarga mampu sehingga tidak adanya tuntutan saat berkuliah.
5.   Mahasiswa Ideal
Ini dia tipe mahasiswa yang sangat dianjurkan. Sambil menyelam minum air, tidak hanya gelar sarjana yang didapat tetapi juga mendapatkan yang lain. Maksud di sini yaitu tipe mahasiswa yang merupakan gabungan dari tipe mahasiswa 1, 2, dan 3. Contohnya dari mahasiswa ini yaitu punya IP tinggi tapi juga aktif di organisasi atau mahasiswa berIP tinggi tetapi punya bisnis yang sukses dan bisa juga mahasiswa aktif di organisasi tetapi juga mempunyai bisnis yag sukses atau bahkan mahasiswa berIP tinggi, aktif di orgaisasi, juga punya bisnis (wah jenius).

Selasa, 22 September 2015

Pandangan Gereja Bethel Indonesia Terhadap Ajaran Saksi Yehova


Oleh Departemen Theologia dan Pendidikan Gereja Bethel Indonesia
Diringkas oleh Pdp. Yohannes Nahuway, S.Th.

Pendahuluan


Mendengar nama Saksi Yehova mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Mungkin kita pernah berjumpa dengan anggota-anggotanya di tempat kerja, angkutan umum, atau bahkan rumah kita pernah dikunjungi oleh mereka. Dalam ajaran Saksi Yehova, menyebarkan “injil” (ajaran Saksi Yehova) adalah suatu perbuatan baik yang harus dilakukan oleh seluruh anggotanya agar mereka dapat masuk surga. Maka dari itu, janganlah kaget apabila seluruh anggota Saksi Yehova begitu bersemangat untuk menyebarkan “injil” mereka.

Dalam upaya untuk menyebarkan “injil”, setiap anggota Saksi Yehova sudah dilatih dan diberi bekal untuk memperdebatkan pandangan mereka dengan pandangan agama lain, khususnya agama Kristen. Fokus utama penyebaran “injil” Saksi Yehova adalah kepada orang-orang Kristen. Oleh sebab itu, apabila orang-orang Kristen kurang paham akan ajaran Alkitab, maka mereka akan dengan mudah digoyahkan iman Kristennya, sehingga terjerat penginjilan Saksi Yehova.

Perlu diketahui bahwa Saksi Yehova adalah sebuah sekte atau aliran sesat yang mengklaim diri sebagai umat Kristen tetapi ajarannya bertolakbelakang dengan ajaran Kristen. Dalam ajaran Saksi Yehova, Yesus tidak diakui sebagai Allah yang datang dalam wujud manusia untuk menebus dosa-dosa manusia. Mereka juga menganggap bahwa Alkitab yang digunakan oleh umat Kristen memiliki kesalahan dalam penerjemahan. Oleh sebab itu, mereka memiliki alkitab versi mereka sendiri.

Sepak Terjang Saksi Yehova di Indonesia


Pada tahun 1976, sepak terjang Saksi Yehova di Indonesia pernah dilarang melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia, akan tetapi pada tanggal 1 Juni 2001, Surat Keputusan tersebut dicabut oleh Jaksa Agung Republik Indonesia. Dengan demikian, sepak terjang mereka sudah tidak dapat dibatasi lagi di Indonesia. Dengan kata lain, sekarang ini Saksi Yehova sudah dapat bergerak dengan bebas di Indonesia.

Bahaya Saksi Yehova


Sebagaimana telah dikatakan di atas bahwa Saksi Yehova adalah aliran atau sekte sesat, maka dari itu ada beberapa alasan mengapa Saksi Yehova berbahaya bagi orang Kristen, khususnya bagi yang kurang paham tentang ajaran Alkitab.

1. Saksi Yehova mirip dengan Kristen
Semua anggota Saksi Yehova selalu mengaku bahwa mereka adalah orang Kristen yang berasal dari gereja Kristen. Bahkan oleh pemerintah Indonesia, pergerakan mereka di Indonesia dianggap sebagai salah satu bagian dari umat Kristen. Kemudian mereka juga menggunakan Alkitab yang dipergunakan oleh orang Kristen, sekalipun mereka memiliki kitab suci mereka sendiri yaitu New World Translation (Terjemahan Dunia Baru). Mereka juga memiliki sakramen yang dilakukan oleh umat Kristen, yaitu Sakramen Baptisan dan Sakramen Perjamuan Kudus.

2. Saksi Yehova giat dalam menyebarkan “injil”
Saksi Yehova sangat menekankan pemberitaan “injil”, maka dari itu pertumbuhan mereka mengalami kemajuan yang pesat. Hal ini bisa terjadi karena dalam ajaran Saksi Yehova tidak ada pembedaan antara pendeta dengan orang awam, sehingga setiap anggota Saksi Yehova didorong dan dilatih untuk memberitakan “injil”, khususnya kepada orang Kristen yang kurang paham tentang ajaran Alkitab. Setiap anggota Saksi Yehova diajar untuk memiliki sikap militan dan agresif dalam penginjilan mereka, sehingga mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang demi gerakan mereka. Sedangkan di lain pihak, banyak orang Kristen yang tidak melakukan penginjilan karena tidak rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang bagi Kristus.

3. Saksi Yehova menggunakan literatur dengan hebat
Saksi Yehova merupakan satu-satunya agama atau bidat yang penggunaan literaturnya tidak dapat ditandingi. Mereka telah menerbitkan banyak buku dan traktat, terutama The Watchtower (Menara Pengawal) mulai tahun 1879, yang kini sudah mencapai lebih dari 24 juta eksemplar dan diterbitkan ke dalam 144 bahasa. Mereka juga telah menerbitkan majalah Awake! (Sedarlah!) yang kini telah mencapai lebih dari 21 juta eksemplar dan diterbitkan ke dalam 87 bahasa.

4. Ajaran Saksi Yehova sederhana dan mudah diterima akal
Dibandingkan dengan ajaran Kristen, ajaran Saksi Yehova kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal. Sebagai contoh, mereka tidak mempercayai bahwa Allah itu adalah Allah Tritunggal, yang terdiri dari Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Mereka percaya bahwa Allah hanya ada satu saja, yaitu Yehova. Sedangkan Yesus adalah ciptaan Allah yang mula-mula. Jadi dalam ajaran mereka, Yesus dianggap sebagai suatu “allah kecil” yang dinamai “Mikhael”, di mana Yesus tidak diakui sebagai Allah dan sekaligus manusia. Karena Yesus bukan Allah, maka semua doa Saksi Yehova tidak ditujukan kepada Yesus.

5. Saksi Yehova melakukan indoktrinasi yang kuat
Para anggota Saksi Yehova diindoktrinasi dengan kuat sekali, sehingga mereka memiliki pemahaman doktrin Saksi Yehova yang dalam. Dengan demikian, mereka akan ahli memperdebatkan doktrin mereka dengan doktrin Kristen ketika mereka menyebarkan “injil,” sehingga orang Kristen yang tidak memiliki pemahaman doktrin Kristen dengan baik akan dapat terpengaruh.

6. Saksi Yehova mempunyai cara berargumentasi yang kuat
Karena telah dipersiapkan dengan baik, maka setiap anggota Saksi Yehova memiliki kemampuan untuk beragumentasi dalam menyebarkan “injil.” Mereka telah dilatih untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai pandangan Saksi Yehova. Bahkan mereka tidak akan segan-segan untuk mengutip ayat-ayat Alkitab guna mendukung pendapat mereka, walaupun ayat-ayat Alkitab yang dikutip tersebut belum tentu sesuai dengan konteksnya. Dengan kata lain, para anggota Saksi Yehova akan menghalalkan segala cara agar argumen mereka kuat sehingga orang-orang dapat terpengaruh untuk menjadi pengikut mereka.

Ajaran Saksi Yehova


1. Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus
Saksi Yehova percaya bahwa hanya ada satu Allah saja, yaitu Yehova. Mereka percaya bahwa Allah Yehova tidak memiliki sifat tritunggal (tiga pribadi dalam satu) karena mereka menganggap bahwa ajaran tritunggal itu adalah ajaran bangsa kafir yang percaya akan banyak dewa, sehingga ajaran Allah Tritunggal dianggap diciptakan oleh setan. Menurut ajaran Gereja Bethel Indonesia (GBI), Allah yang kita sembah adalah Allah yang memiliki tiga pribadi, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus), dan Allah Roh Kudus. Tiga pribadi menjadi satu kesatuan.

Saksi Yehova juga percaya bahwa Yesus bukan Allah. Yesus hanyalah suatu “ilah kecil” ciptaan Allah yang mula-mula, yang dinamai “Mikhael” atau “Logos” (Firman) sebelum datang ke dunia, lalu dinamai Yesus selama berada di dunia. Mereka tidak mengakui pribadi Yesus sebagai manusia dan Tuhan. Oleh sebab itu, Saksi Yehova tidak menyembah dan tidak menujukan doanya kepada Yesus. Menurut ajaran GBI, Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia (Yoh. 1:1-2, 14) sehingga kita percaya bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Allah. Yesus adalah awal dari segala ciptaan (Why. 3:14) dan oleh karena Dia segala sesuatu diciptakan (Yoh. 1:3).

Saksi Yehova juga tidak menganggap Roh Kudus sebagai Allah. Mereka menganggap bahwa roh Kudus hanyalah sebuah tenaga aktif atau kuasa yang keluar dari Allah. Menurut ajaran GBI, Roh Kudus adalah pribadi ketiga Allah yang setara dengan Bapa dan Anak.

2. Alkitab
Saksi Yehova percaya bahwa Alkitab tidak mengandung kesalahan karena ditulis dengan cermat oleh orang-orang yang didiktekan oleh Allah. Akan tetapi mereka menganggap bahwa Alkitab terjemahan yang sekarang ini mengandung banyak kesalahan dalam penerjemahan, sehingga Saksi Yehova menerbitkan Alkitab versi mereka sendiri dengan nama New World Translation, yang mendukung doktrin Saksi Yehova yang diciptakan oleh para pendirinya.

Menurut ajaran GBI, Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus kepada hamba-hamba-Nya yang diurapi. Terjemahan Alkitab yang ada pada kita sekarang sudah diterjemahkan oleh ahli-ahli tafsir. Sebaliknya alkitab Saksi Yehova diterjemahkan oleh para tokoh pendirinya, yang bukan ahli tafsir Alkitab. Dengan demikian, ayat-ayat dalam alkitab Saksi Yehova banyak mengandung kesalahan dalam penafsiran, bahkan alkitab mereka diterjemahkan untuk mendukung doktrin mereka, yang bertentangan dengan ajaran Kristen.

3. Manusia
Saksi Yehova percaya bahwa manusia adalah gabungan debu tanah dan nafas Allah, sehingga hakekat manusia sama dengan binatang pada umumnya. Apabila manusia mati, maka jiwa manusia akan turut mati bersama tubuh. Saksi Yehova tidak percaya adanya kehidupan kekal, kecuali bagi penganut Saksi Yehova sebanyak 144.000 orang pilihan yang akan masuk surga. Mereka menerjemahkan Wahyu 7:4 secara hurufiah, sehingga mereka percaya bahwa hanya 144.000 Saksi Yehova-lah yang akan masuk surga. Namun sekitar tahun 1931, jumlah penganut Saksi Yehova sudah melampaui 144.000 orang, kemudian mereka menciptakan doktrin “Firdaus,” di mana penganut Saksi Yehova lainnya akan tinggal di Firdaus, yaitu di bumi ini. Manusia-manusia lain di luar penganut Saksi Yehova akan dimusnahkan.

Saksi Yehova percaya bahwa kematian sebagai “tidur rohani,” di mana yang mati menunggu datangnya hari penghakiman untuk memutuskan apakah manusia masuk ke kekalan (surga atau firdaus di bumi) atau dimusnahkan. Ajaran Saksi Yehova tidak mengakui adanya dosa dan hukuman, sehingga manusia tidak memiliki tanggung jawab etis untuk hidup dalam kebenaran. Dengan kata lain, menurut ajaran Saksi Yehova, semua manusia ditakdirkan hanya untuk mati, kecuali bagi 144.000 anggota terpilih yang akan masuk surga dan anggota-anggota lainnya yang akan menetap di firdaus, yakni di bumi.

Menurut ajaran GBI, kehidupan kekal adalah sesuatu yang nyata karena Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa manusia bukan sekedar debu tanah saja, tetapi mempunyai sifat jiwa yang kekal, baik di surga ataupun di neraka. Ajaran ini terlihat jelas dalam perumpamaan Yesus mengenai “Orang kaya dan Lazarus yang miskin” (Luk. 16:19-31). Di sini terlihat bahwa setiap manusia mempunyai tanggung jawab terhadap segala tindakannya di bumi.

4. Penebusan dan Keselamatan
Saksi Yehova tidak percaya terhadap penebusan oleh darah Yesus di kayu salib yang menyelamatkan umat manusia. Mereka menganggap bahwa Yesus mati di kayu salib, dan yang bangkit hanya roh Yesus saja tetapi tubuh-Nya tetap mati. Maka dari itu, Saksi Yehova mengajarkan bahwa keselamatan itu bukan karena karya Yesus, melainkan karya pribadi masing-masing.

Untuk memperoleh keselamatan, setiap anggota Saksi Yehova harus melakukan perbuatan baik agar mereka dapat memperoleh kehidupan kekal di dalam kerajaan Allah Yehova. Apabila mereka tidak melakukan perbuatan baik, maka mereka tidak akan memperoleh keselamatan melainkan akan dimusnahkan. Perbuatan baik yang paling ditekankan oleh Saksi Yehova adalah menyebarkan “injil” (ajaran Saksi Yehova), maka dari itu tidaklah mengejutkan apabila melihat anggota-anggota Saksi Yehova bergitu bersemangat dalam “menginjil.”

Dalam ajaran GBI, keselamatan bukanlah usaha manusia sendiri, melainkan anugerah Allah, dan perbuatan baik adalah buah yang keluar dari kehidupan orang percaya (Ef. 2:8-10; Tit. 2:11-14). Sedangkan Saksi Yehova mengajarkan kebalikannya.

Selain itu, Saksi Yehova juga mengesampingkan ajaran tentang dosa, pertobatan, pengampunan, dan kasih. Mereka tidak mempunyai keyakinan akan keselamatan, karena ragu-ragu apakah akan masuk ke dalam kelompok 144.000 orang pilihan yang akan masuk ke surga, atau menjadi orang yang tinggal di firdaus bumi, atau menjadi orang yang akan dibinasakan. Dengan demikian, setiap anggota Saksi Yehova menjadi sangat militan dan fanatik karena takut tidak masuk ke dalam golongan 144.000 orang pilihan ataupun orang yang hidup di firdaus bumi.

Dalam ajaran GBI, keselamatan diperoleh umat Kristen dari karya penebusan Yesus di atas kayu salib (1 Pet. 2:24-25). Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan diberikan kepada manusia sejak ia percaya dan tidak perlu menunggu sampai akhir zaman di Firdaus (Luk. 23:43; Why. 14:13). Ayat Alkitab yang paling terkenal mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Dengan demikian, jelaslah bahwa ajaran Saksi Yehova bertentangan dengan Alkitab, karena Alkitab mengatakan bahwa Allah sendiri telah menjanjikan keselamatan bagi setiap umat Kristen yang percaya kepada Yesus.

5. Neraka dan Surga
Saksi Yehova tidak percaya bahwa neraka adalah lautan api sebagai tempat siksaan kekal. Saksi Yehova menganggap bahwa bahasa asli untuk kata “neraka,” yaitu sheol (Ibrani) atau hades (Yunani), hanyalah berarti tempat kuburan. Menurut mereka, mati adalah tidur rohani sampai akhir zaman. Setelah akhir zaman, maka semua manusia akan diperhadapkan kepada tiga kemungkinan, yaitu:
a. Masuk surga, bagi 144.000 orang pilihan (sesuai dengan tafsiran mereka terhadap Wahyu 7:4 yang diterjemahkan secara hurufiah).
b. Firdaus, bagi penganut Saksi Yehova di luar 144.00 orang pilihan. Ajaran tentang Firdaus muncul sejak penganut Saksi Yehova telah melebihi jumlah 144.000 orang, sehingga pemimpinnya menciptakan doktrin Firdaus.
c. Dimusnahkan (cease to exist). Saksi Yehova tidak percaya bahwa pada akhir zaman orang jahat akan hidup untuk dimasukkan ke dalam penyiksaan kekal, tetapi mereka percaya bahwa orang jahat akan benar-benar dimusnahkan.

Menurut ajaran GBI, Alkitab telah berbicara bahwa neraka adalah tempat siksaan yang kekal, sebagai lautan api bagi orang berdosa yang menolak anugerah Allah dalam Yesus (Mat. 5:22; 10:28; 25:46; Mrk. 9:43-48; Why. 20:14-15). Dengan demikian, neraka bukanlah sebagai sebuah ungkapan saja melainkan sebuah kenyataan yang kekal.

6. Kedatangan Kristus dan Kerajaan 1000 Tahun
Saksi Yehova percaya bahwa pada saat Yesus datang kembali ke dunia akan terjadi perang Armagedon, yaitu perang terakhir antara Allah Yehova dengan Iblis beserta dengan organisasi-organisasinya termasuk gereja, agama, dan negara. Bagi orang-orang yang menolak ajaran Saksi Yehova akan dimusnahkan bersama Iblis, dan mereka yang menerima ajaran Saksi Yehova akan dimasukkan ke surga, yaitu bagi ke-144.000 orang pilihan, dan dimasukkan ke firdaus di bumi bagi anggota-anggota Saksi Yehova lainnya.

Menurut ajaran GBI, sebagaimana dikatakan dalam Pengakutan Iman GBI, kedatangan Yesus kembali adalah untuk membangkitkan semua umat-Nya yang telah mati dan mengangkat semua umat-Nya yang masih hidup, lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudus-Nya untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini. Orang benar akan dibangkitkan pada kebangkitan pertama untuk menerima kehidupan kekal, dan orang jahat akan dibangkitkan pada kebangkitan kedua untuk menerima hukuman kekal.

Mengenai kedatangan Yesus kembali, pemimpin Saksi Yehova pernah meramalkan bahwa Yesus akan datang pada tahun 1914. Setelah ramalan tersebut meleset, mereka meramal kembali, yaitu pada tahun-tahun 1918, 1921, 1925, 1941, 1975, dan 1992. GBI dengan jelas menentang ramalan-ramalan tentang kedatangan Yesus kembali, karena tentang kedatangan Yesus kembali hanya diketahui oleh Bapa saja (Mat. 24:36).

7. Berbagai Larangan dan Pantangan
Setiap anggota Saksi Yehova diwajibkan untuk mengikuti berbagai pantangan, seperti pantangan-pantangan untuk berjudi, merokok, mabuk-mabukan, merayakan hari-hari raya tradisional dan populer, merayakan Paskah dan Natal, memberi hormat kepada bendera, memasuki dinas militer, ikut dalam pemilihan umum, serta menjadi pegawai negeri. Ajaran Saksi Yehova percaya bahwa pemerintahan adalah alat Iblis yang ada di dunia.

Saksi Yehova juga melarang pengikutnya untuk makan darah ataupun melakukan transfusi darah, baik sebagai pendonor maupun sebagai penerima (pasien). Mereka percaya bahwa darah adalah sama dengan kehidupan atau nyawa yang suci dan berharga. Di sinilah letak pemahaman mereka kenapa mereka menolak dinas militer, karena dianggap mengijinkan pertumpahan darah dan pembunuhan. Dengan demikian, apabila ada anggota Saksi Yehova yang memerlukan transfusi darah, misalnya karena kecelakaan ataupun penyakit, tidak diperbolehkan untuk melakukannya, sehingga mereka akan meninggal dengan sendirinya karena kehabisan darah.

Menurut ajaran GBI, setiap umat Tuhan tidak dilarang untuk merayakan hari-hari raya tradisional dan populer, sepanjang perayaan-perayaan tersebut tidak mengandung unsur penyembahan berhala dan kompromi iman. GBI juga tidak melarang umat Tuhan melaksanakan peraturan-peraturan negara ataupun ikut terlibat dalam upacara-upacara kenegaraan, selama semuanya tidak bertentangan dengan Firman Allah. GBI juga tidak melarang umat Tuhan untuk melakukan transfusi darah, selama hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menolong dan menyelamatkan manusia, dan dinyatakan aman secara medis.

Apa Tindakan Kita Terhadap Saksi Yehova?


Sebagai umat Tuhan, kita tidak perlu kuatir apabila dikunjungi atau “diinjili” oleh anggota-anggota Saksi Yehova. Kita diajar oleh Tuhan Yesus untuk mengasihi semua orang dan memberitakan Kabar Keselamatan melalui Yesus Kristus kepada semua makhluk (Mrk. 16:15). Dengan demikian, kita juga terpanggil untuk mengasihi mereka dan berupaya untuk memberitakan Kabar Keselamatan kepada mereka. Oleh sebab itu kita perlu kiat-kiat khusus dalam menjangkau mereka, karena apabila kita tidak memiliki kiat-kiat dalam menjangkau mereka, tidak tertutup kemungkinan malahan kita yang akan “dijangkau” oleh mereka untuk menjadi anggota Saksi Yehova.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah rajin membaca Alkitab dan bersaat teduh agar kita mengusai ayat-ayat Alkitab dan selalu berada dalam bimbingan dan penjagaan Tuhan.

Hal kedua adalah apabila kita berjumpa dengan anggota-anggota Saksi Yehova, maka kita harus memberitakan kepada mereka bahwa dengan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat maka kita akan masuk surga. Jumlah 144.000 umat pilihan Tuhan yang ada di Wahyu 7:4 tidak bisa diterjemahkan secara hurufiah, karena Tuhan tidak hanya menyelamatkan 144.000 orang saja tetapi Tuhan menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya (Yoh. 3:16).

Selanjutnya kita perlu memberi tahu mereka bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib dan bukan oleh perbuatan baik. Keselamatan bukanlah usaha manusia sendiri, melainkan anugerah Allah, dan perbuatan baik yang kita lakukan adalah buah yang keluar dari kehidupan orang percaya yang telah memperoleh keselamatan (Ef. 2:8-10; Tit. 2:11-14).

Hal ketiga adalah kita jangan terpancing untuk memperdebatkan ayat Alkitab, tetapi ajak mereka untuk mengamati Alkitab ayat demi ayat, pasal demi pasal, dan bukan mencari ayat-ayat bukti untuk mendukung pendapat kita tanpa memikirkan konteksnya.

Hal terakhir adalah kita harus mendoakan mereka agar Roh Kudus dapat menjamahnya sehingga ia sadar bahwa keselamatan hanya ada dalam Nama Yesus.Watchtower Headquarters in Brooklyn, New York, AS (Wikipedia)

Jumat, 10 Juli 2015

Kepemimpinan, Manajemen & Organisasi

KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN & ORGANISASI
A. ORGANISASI
 1. PENGERTIAN ORGANISASI
          “ Organisasi adalah kumpulan orang – orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang dilakukan berdasar atas suatu aturan tertentu dan penjabaran fungsi pekerjaan secara formal “.
2. Tujuan
i.           Secara umum Agar proses pekerjaan tercapai dengan cara diatur, disusun sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.
ii.         Secara khusus sesuai dengan Bidang dimana Organisasi bergerak contoh Bidang agama,sosial, ekonomi, dan Politik.
3.    Manfaat
            Agar pelaksanaan tugas dilakukan lebih baik terkoordinir dan tujuan serta jalannya pekerjaan tercapai secara efektif dan efisien.
4. Asas / prinsip organisasi
– Asas – asas :  prinsip perumusan dan penentuan tujuan, prinsip pembagian kerja, prinsip pendelegasian wewenang, prinsip organisasi, prinsip efisiensi sederhana, prinsip pengawasan umum.
5. Struktur Organisasi
1.      Struktur Organisasi Garis Digunakan pada perusahaan / lembaga yang sederhana / kecil
2.      Struktur Organisasi Fungsional Susunan organisasi yang memberikan gambaran pembagian tugas dan wewenang menurut fungsi pekerjaan.
B. PENGERTIAN MANAGEMEN SECARA UMUM
“ Managemen yaitu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan.  perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian / pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan melalui pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya “.
C. PENGERTIAN PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN
Pimpin   artinya   bimbing,   tuntun.   Memimpin   artinya ‘membimbing, menuntun dan menunjukan. Pemimpin atau leader ; ialah orang yang memimpin atau seseorang yang mempergunakan wewenang dan mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi. Beberapa ahli tentang pemimpin, di antaranya :
Menurut Prof Dr H Arifin Abdurrahman. Pemimpin “ adalah orang yang dapat menggerakkan orang-orang yang ada di sekelilingnya untuk mengikuti jejak pemimpin itu.”
 Kepemimpinan   adalah   kata   benda   dari   pemimpin. Kepemimpinan mempunyai beberapa pengertian, di antaranya :
a.       Cara seorang pemimpin mempengaruhi prilaku bawahannya agar mau bekerjasama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.
b.      Seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, kemampuan untuk membimbing orang-orang yang ada di sekelilingnya.
c.       Seni untuk mengkoordinasikan dan memberi motivasi kepada individu dan kelompok guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dan sukses tidaknya seorang pemimpin melaksanakan tugas kepemimpinannya,  tidak  terutama   ditentukan  oleh  tingkat keterampilan tehnis (technical skills) yang dimiliknya, akan tetapi lebih banyak ditentukan oleh keahliannya menggerakkan orang lain untuk bekerja dengan baik (managerial skills).
 D. FUNGSI – FUNGSI  PIMPINAN DI DALAM MANAGEMEN
       Fungsi manager dalam managemen secara menyeluruh  :
(1).  Planing atau perencanaan Merencanakan kegiatan yang hendak dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
(2).  Organising atau pengorganisasian Menyusun, menentukan, menetepkan, jenis tugas dan kewajiban setiap fungsi.
(3).  Staffing atau penyusunan staf Penyusunan dan penetapan serta pengembangan meliputi kegiatan mulai merekrut pegawai, usaha memanfaatkan, mengembangkan sampai mendayaguna secara maksimal.
(4). Directing atau pengarahan Memberikan komando, mengerakkan dengan memberi perintah, juga memberikan kepemimpinan kepada bawahan supaya dapat melaksanakan tugas secara efektif dan efisien.
(5).  Coordinating atau pengkoordinasian Yaitu mengkoordinir seluruh pekerjaan diantara pekerjaan yang satu dengan yang lain merupakan totalitas.
(6).  Controlling atau pengawasan Usaha untuk memberikan penilaian, koreksi, evaluasi atas semua kegiatan dan secara terus – menerus melakukan monitoring baik pekerjaan yang sedang dilakukan ataupun pekerjaan yang sudah dilakukan.
E. KEMAMPUAN SESEORANG DALAM FUNGSI  MANAJEMEN
            Untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan Lingkungan dan perubahan Paraigma tersebut seorang manager/Pimpinan sebuah organisasi harus memiliki tiga kemampuan manajemen yang mencakup :
1.    Kemampuan teknik (technical)merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan khusus atau keahlian.
2.    Kemampuan Manusiawi (human) Merupakan kemampuan untuk bekerja dengan, mengerti dan memotivasi orang lain baik individu maupun kelompok.
3.    Kemampuan Konseptual (conceptual)  merupakan kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks.
Tugas seorang Pimpinan / Manajer pada hakekatnya adalah bekerja dengan dan melalui orang lain (atasan, bawahan, atau rekan sejawat). Di dalam melaksanakan tugas tersebut seringkali masalah-masalah yang dihadapi oleh seorang Pempinan/manajer adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan “ Mengatur Orang “.Artinya, kepemimpinan di dalam suatu organisasi hanya efektif jika kepemimpinan itu diterima oleh orang lain yang disebut bawahan.
F. SIFAT-SIFAT PEMIMPIN YANG BAIK DAN IDEAL
1. Memiliki kondisi fisik yang sesuai dengan tugasnya. Tugas kepemimpinan tertentu menuntut sifat kesehatan tertentu pula.
2. Berpengetahuan luas. Berpengetahuan luas tidak  selalu diidentikan dengan berpendidikan tinggi. Ada sekelompok orang yang meskipun pendidikannya tinggi tetapi pandangannya masih sempit, yaitu tidak terbatas pada bidang keahliannya saja.
3. Mempunyai keyakinan bahwa organisasi akan berhasil mencapai lujuan   yang   telah   ditentukan   melalui   dan   berkat kepemimpinannya. Kepercayaan pada diri sendiri merupakan modal yang sangat besar dan penting artinya bagi pemimpin.Tanpa keyakinan itu dalam tindakannya akan kelihatan ragu-ragu.
4. Memiliki stamina (.daya kerja) dan etos kerja yang tuntas. Pemimpin tidak mengenal lelah, dengan sikap ini pekerjaan yang rutin tidak menjadikan pemimpin semakin lemah tetapimenjadikannya semakin gigih karena kreativitasnya senantiasa ditantang.
5. Gemar dan cepat mengambil keputusan. Karena tugas terpeming dan seorang pemimpin adalah untuk mengambil keputusan yang harus dilaksanakan oleh orang lain, maka ia harus mempunyai keberanian mengambil keputusan dengan cepat, terutama dalam keadaan darurat yang tidak dapat menunggu.
6. Obyektif dalam arti dapat menguasai emosi dan lebih banyak mempergunakan rasio. Seorang pemimpin yang emosional akan kehilangan obyektifitasnya karena tindakannya lidak didasarkan pada akal sehat.
7. Adil dalam memperlakukan bawahan. Yang dimaksud dengan “keadilan” di sini. ialah kemampuan memperlakukan bawahan atas dasar kapasitas kerja bawahan itu, terlepas dari pandangan kedaerahan, kesukuan, ikatan keluargan dan lain sebagainya.
8. Menguasai prinsip-prinsip human relation. Karena human relation adaiah inti kepemimpinan, maka seorang pemimpin yang baik harus   dapat   memusatkan   perhatian,   tindakan   dan kebijaksanaannya kepada pembinaan kerja tim yang intim dan harmonis.
9. Menguasai teknik-teknik berkomunikasi. Berkomunikasi dengan pihak lain dan bawahan. sesama atasan dan pihak luar baik lisan maupun tulisan sangat penting karena melalui saluran-saluran komunikasilah instuksi, nasehat, saran, ide dan lain-lain disampaikan.
10. Dapat dan mampu bertindak sebagai penasihat, guru dan kepala terhadap bawahannya tergantung atas situasi dan masalah yang dibadapi.
G. TIMBULNYA PEMIMPIN YANG BAIK
Mengenai timbulnya seorang pemimpin o]eh para ahli teori kepemimpinan telah dikemukakan beberapa teori yang berbeda-beda. Namun demikian apabila berbagai teori itu dianalisa akan terlihat adanya tiga teori yang menonjol.
1. Teori Genetis
    Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat-bakat kepemimpinan. Teori ini berpendapat bahwa pemimpin itu dilahirkan (leaders are born). Dalam keadaan yang bagaimanapun seorang ditempatkan, karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, satu kali kelak ia akan muncul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong kepada pandangan yang fatalistis dan deterministis.
2. Teori Sosial
         Merupakan kebalikan inti teori genetis. Teori ini berpendapat bahwa pemimpin itu dibentuk dan ditempa (leaders are made). Teori ini menganut paham egalitarianistik, oleh karenanya para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.
3. Teori Ekologis
          Karena kedua teori di atas tidak seluruhnya mengandung kebenaran, maka sebagai reaksi kepada kedua teori tersebut timbullah teori ketiga yang disebut teori ekologis yang pada intinya berarti bahwa seorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik bila ia pada waktu  lahimya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat-bakat itu kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang telah dimiliki itu.
E. TIPE-TIPE PEMIMPIN
1. Tipe Otokratis
      Seorang pemimpin yang otokratis ialah seorang pemimpin yang :
a.     Menganggap organisasi sebagai milik pribadi.
b.    Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
c.     Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.
d.    Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat.
e.     Terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya.
f.      Dalam tindakan penggerakannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan punitif (bersifat menghukum)
2. Tipe Militeristis
     Seorang pemimpin yang bertipe militeristis memiliki sifat-sifat:
a.     Sering mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya.
b.    Senang bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya.
c.     Senang kepada formalitas yang beriebih-lebihan.
d.    Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan.
e.     Sukar menerima kritikan dari bawahan.
f.   Menggemari upacara-upacara untuk berbagai acara dan keadaan.
3. Tipe Paternalistis
Seorang pemimpin yang patemalistis ialah seorang yang :
a.       Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
b.       Bersikap terlalu melindungi.
c.       Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif.
d.       Jarang i-nemberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
e.       Sering bersikap maha tahu.
4. Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma. yang diketahui ialah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).
5. Tipe Laissez Faire
Seorang pemimpin yang bertipe laissez faire adalah seorang yang bersifat :
a.     Dalam memimpin organisasi biasanya mempunyai sikap yang permisif. dalam arti bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan bisikan hati nuraninya asal saja kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisasi tetap tercapai.
b.    Bahwa pada umumnya organisasi akan berjaian lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang dicapai dan tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota.
c.     Seorang pimpinan yang tidak terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
d.    Seorang pemimpin yang cenderung memilih peranan pasif dan membiarkan organisasi berjaian dengan sendirinya tanpa banyak mencampuri bagaimana organisasi berjalan.
Pemimpin yang bertipe ini sering dianggap sebagai seorang penumpin yang kurang memiliki rasa tanggungjawab yang wajar terfiadap organisasi yang dipimpinnnya.
6. Tipe Demokratis
        Untuk tipe pemimpin demokratis adalah yang bersifat:
a.         Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah mahluk yang termulia di dunia. Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya.
b.         Senang menerima saran, pendapat bahkan kritik dari bawahannya.
c.         Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan.
d.         Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
e.         Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
f.           Para bawahannya dilibatkan secara aktif dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses pengambilan keputusan.
Kepemimpinan tipe ini adalah kepemimpinan yang ” Menerapkan empat gaya kepemimpinan berdasarkan ukuran/persepsi tentang kemauan dan kemampuan orang yang dipimpin. Empat gaya tersebut adalah:
a.         Instruksi, untuk bawahan yang tingkat kemauan, kemampuan, keyakinan dan pengetahuannya rendah atau tidak ada sama sekali.
b.         Konsultasi, untuk bawahan yang kemampuannya rendah tetapi kemauannya tinggi. Cara ini dengan mengarahkan, mendukung dan melakukan komunikasi dua arah.
c.         Partisipasi, untuk hawahan yang kemampuan. pendidikan, pengetahuan dan pengalamannya tinggi tapi motivasi dan keyakinannya rendah. Model inj adalah penerapan gaya kepemimpinan dengan mendukung dan saling tukar ide tanpa mengarahkan.
d.         Delegasi, untuk bawahan yang tingkat kematangannya tinggi, kemauan dan kemampuannya dapat diandalkan. Model ini tidak berarti pemimpin tidak bertanggungjawab, tetapi mengajarkan kepada bawahan bagaimana caranya bertanggung jawab.

F. PEMIMPIN FORMAL DAN INFORMAL
Selain tipe kepemimpinan juga terdapat jenis kepemimpinan. Jenis kepemimpinan ada dua macam, pemimpin formal (formal leaders) dan pemimpin informal (informal leaders):
1.      Pemimpin formal : Orang yang secara resmi diangkat dalam jabatan kepemimpinan, diatur dalam organisasi secara hierarki dan tergambar dalam suatu bagan yang tergantung dalam tiap-tiap kantor. Pemimpin ini sering dikenal dengan sebutan “kepala
2.      Pemimpin informal : Seorang yang karena latar belakang pribadi yang kuat mewarnai dirinya. memiliki kualitas subyektif atau obyektif yang memungkinkannya tampil dalam kedudukan di luar struktur organisasi resmi namun ia dapat mempengaruhi kelakuan dan tindakan suatu kelompok masyarakat, baik dalam arti positif maupun negatif. Dalam Islam pemimpin informal adalah Ulama, Ustadz ,Kyai, atau tokoh masyarakat.
G. Efektifitas Individu, Kelompok, dan Organisasi
     Efektifitas dapat diartikan sebagai sebuah prestasi (perfomance) Individu, Kelompok, dan organisasi. Semakin berprestasi seseorang, Kelompok ataupun  organisasi, semakin menunjukkan efektivitasnya. Analisis terhadap perilaku Organisasional (organizational befavior) terdiri dari tingkatan (level) yaitu Individu, Kelompok, dan organisasi.
Perspektif Terhadap Efektifitas dapat diidentifikasi menjadi efektifitas Individu,kelompok, dan organisasi.     Penyebab Efektifitas è tidak lain adalah adanya Individu, Kelompok, dan organisasi.

Hachimon Tonkou no jin

Hacimon Tonkou No Jin (8 gerbang)




 Hachimon adalah delapan titik tertentu dalam aliran chakra. Dasar akal gerbang chakra yaitu berasal dari batas tubuh & fungi di dalam nya. Hal ini membuat kondisi tubuh melemah.
Dengan latihan keras, seseorang dapat belajar bagaimana membuka gerbang ini & melampaui batas fisik mereka, namun kerusakan tubuh lah yang menjadi efek sampingnya.
Rock lee mampu membuka sampai gerbang ke 5.
Guy mampu membuka semua semua hachimon di tubuh nya.
Kakashi dapat membuka 1 gerbang saja, yaitu saat dia mendaki tebing dengan menggunakan 1 tangan.

Dapat Membuka hachimon / gerbang merupakan hal tersulit, bahkan yang dilakukan ninja berbakat sekaligus.
Kakashi terkejut karena lee dapat membuka 5 gerbang di usia ke 13.
Berikut info hachimon gerbang 1-8.
1. Gerbang pembuka [kaimon]. Gerbang ini menghilangkan pembatasan dari otak ke otot, sehingga kekuatan 100 % dari mereka dapat digunakan, biasa nya seseorang hanya mampu menggunakan 20% saja dalam keadaan normal.
2. Gerbang penyembuh [kyumon], terletak di otak. Hal ini membuat seseorang meningkatkan kekuatan fisik dan memberikan energi kembali pada tubuh.
3. Gerbang kehidupan (生门, Seimon), yang terletak di sumsum tulang belakang. Memungkinkan pengguna untuk menggunakan Reverse Lotus. Aliran darah meningkat membuat kulit berwarna merah.
4. Gerbang penderitaan (伤门, Shōmon), yang terletak di sumsum tulang belakang. Dapat Meningkatkan kecepatan pengguna dan kekuasaan. Dapat menyebabkan jaringan otot robek saat penggunaan jutsu ini.
5. Gerbang pemBatas (杜门, Tomon; Inggris TV "The Gerbang Penutupan"), terletak di perut. Dapat Meningkatkan kecepatan pengguna dan kekuasaan.
6. Gerbang pengLihatan (景门, Keimon; Inggris TV "The Gate of Joy"), terletak di perut. Meningkatkan kecepatan pengguna dan kekuasaan. Memungkinkan pengguna untuk menggunakan asa kujaku. Pembukaan gerbang ini melepaskan sesuatu dengan jumlah besar seperti chakra yang dapat menyebabkan air di sekitar pengguna membentuk pusaran.
7. Gerbang keajaiban (惊门, Kyōmon; Inggris TV "The Gerbang Shock"), terletak di bawah perut. Dapat meningkatkan kecepatan pengguna dan kekuasaan. Memungkinkan pengguna untuk menggunakan teknik "hirudora" . Mereka yang membuka gerbang ini akan mencurahkan keringat hijau yang bersinar dari setiap inci dari tubuh mereka, yang akan menguap menjadi energi panas mereka sendiri, menciptakan aura warna hijau sebagai pelapis chakra hijau. Namun, efek samping dari membuka gerbang ini adalah serat otot pengguna yang tercabik cabik, menyebabkan rasa sakit jika disentug atau siapa pun yang menyentuh mereka.
8. Gerbang Kematian (死门, Shimon), yang terletak di jantung. Melepaskan gerbang ini menggunakan semua energi tubuh. Hal ini membuat jantung memompa pada daya maksimum dan melebihi kekuatan setiap gerbang lainnya. Pembukaan gerbang ini menjamin kematian pengguna sesaat setelah menggunak teknik itu.