Selasa, 22 September 2015

Pandangan Gereja Bethel Indonesia Terhadap Ajaran Saksi Yehova


Oleh Departemen Theologia dan Pendidikan Gereja Bethel Indonesia
Diringkas oleh Pdp. Yohannes Nahuway, S.Th.

Pendahuluan


Mendengar nama Saksi Yehova mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Mungkin kita pernah berjumpa dengan anggota-anggotanya di tempat kerja, angkutan umum, atau bahkan rumah kita pernah dikunjungi oleh mereka. Dalam ajaran Saksi Yehova, menyebarkan “injil” (ajaran Saksi Yehova) adalah suatu perbuatan baik yang harus dilakukan oleh seluruh anggotanya agar mereka dapat masuk surga. Maka dari itu, janganlah kaget apabila seluruh anggota Saksi Yehova begitu bersemangat untuk menyebarkan “injil” mereka.

Dalam upaya untuk menyebarkan “injil”, setiap anggota Saksi Yehova sudah dilatih dan diberi bekal untuk memperdebatkan pandangan mereka dengan pandangan agama lain, khususnya agama Kristen. Fokus utama penyebaran “injil” Saksi Yehova adalah kepada orang-orang Kristen. Oleh sebab itu, apabila orang-orang Kristen kurang paham akan ajaran Alkitab, maka mereka akan dengan mudah digoyahkan iman Kristennya, sehingga terjerat penginjilan Saksi Yehova.

Perlu diketahui bahwa Saksi Yehova adalah sebuah sekte atau aliran sesat yang mengklaim diri sebagai umat Kristen tetapi ajarannya bertolakbelakang dengan ajaran Kristen. Dalam ajaran Saksi Yehova, Yesus tidak diakui sebagai Allah yang datang dalam wujud manusia untuk menebus dosa-dosa manusia. Mereka juga menganggap bahwa Alkitab yang digunakan oleh umat Kristen memiliki kesalahan dalam penerjemahan. Oleh sebab itu, mereka memiliki alkitab versi mereka sendiri.

Sepak Terjang Saksi Yehova di Indonesia


Pada tahun 1976, sepak terjang Saksi Yehova di Indonesia pernah dilarang melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia, akan tetapi pada tanggal 1 Juni 2001, Surat Keputusan tersebut dicabut oleh Jaksa Agung Republik Indonesia. Dengan demikian, sepak terjang mereka sudah tidak dapat dibatasi lagi di Indonesia. Dengan kata lain, sekarang ini Saksi Yehova sudah dapat bergerak dengan bebas di Indonesia.

Bahaya Saksi Yehova


Sebagaimana telah dikatakan di atas bahwa Saksi Yehova adalah aliran atau sekte sesat, maka dari itu ada beberapa alasan mengapa Saksi Yehova berbahaya bagi orang Kristen, khususnya bagi yang kurang paham tentang ajaran Alkitab.

1. Saksi Yehova mirip dengan Kristen
Semua anggota Saksi Yehova selalu mengaku bahwa mereka adalah orang Kristen yang berasal dari gereja Kristen. Bahkan oleh pemerintah Indonesia, pergerakan mereka di Indonesia dianggap sebagai salah satu bagian dari umat Kristen. Kemudian mereka juga menggunakan Alkitab yang dipergunakan oleh orang Kristen, sekalipun mereka memiliki kitab suci mereka sendiri yaitu New World Translation (Terjemahan Dunia Baru). Mereka juga memiliki sakramen yang dilakukan oleh umat Kristen, yaitu Sakramen Baptisan dan Sakramen Perjamuan Kudus.

2. Saksi Yehova giat dalam menyebarkan “injil”
Saksi Yehova sangat menekankan pemberitaan “injil”, maka dari itu pertumbuhan mereka mengalami kemajuan yang pesat. Hal ini bisa terjadi karena dalam ajaran Saksi Yehova tidak ada pembedaan antara pendeta dengan orang awam, sehingga setiap anggota Saksi Yehova didorong dan dilatih untuk memberitakan “injil”, khususnya kepada orang Kristen yang kurang paham tentang ajaran Alkitab. Setiap anggota Saksi Yehova diajar untuk memiliki sikap militan dan agresif dalam penginjilan mereka, sehingga mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang demi gerakan mereka. Sedangkan di lain pihak, banyak orang Kristen yang tidak melakukan penginjilan karena tidak rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang bagi Kristus.

3. Saksi Yehova menggunakan literatur dengan hebat
Saksi Yehova merupakan satu-satunya agama atau bidat yang penggunaan literaturnya tidak dapat ditandingi. Mereka telah menerbitkan banyak buku dan traktat, terutama The Watchtower (Menara Pengawal) mulai tahun 1879, yang kini sudah mencapai lebih dari 24 juta eksemplar dan diterbitkan ke dalam 144 bahasa. Mereka juga telah menerbitkan majalah Awake! (Sedarlah!) yang kini telah mencapai lebih dari 21 juta eksemplar dan diterbitkan ke dalam 87 bahasa.

4. Ajaran Saksi Yehova sederhana dan mudah diterima akal
Dibandingkan dengan ajaran Kristen, ajaran Saksi Yehova kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal. Sebagai contoh, mereka tidak mempercayai bahwa Allah itu adalah Allah Tritunggal, yang terdiri dari Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Mereka percaya bahwa Allah hanya ada satu saja, yaitu Yehova. Sedangkan Yesus adalah ciptaan Allah yang mula-mula. Jadi dalam ajaran mereka, Yesus dianggap sebagai suatu “allah kecil” yang dinamai “Mikhael”, di mana Yesus tidak diakui sebagai Allah dan sekaligus manusia. Karena Yesus bukan Allah, maka semua doa Saksi Yehova tidak ditujukan kepada Yesus.

5. Saksi Yehova melakukan indoktrinasi yang kuat
Para anggota Saksi Yehova diindoktrinasi dengan kuat sekali, sehingga mereka memiliki pemahaman doktrin Saksi Yehova yang dalam. Dengan demikian, mereka akan ahli memperdebatkan doktrin mereka dengan doktrin Kristen ketika mereka menyebarkan “injil,” sehingga orang Kristen yang tidak memiliki pemahaman doktrin Kristen dengan baik akan dapat terpengaruh.

6. Saksi Yehova mempunyai cara berargumentasi yang kuat
Karena telah dipersiapkan dengan baik, maka setiap anggota Saksi Yehova memiliki kemampuan untuk beragumentasi dalam menyebarkan “injil.” Mereka telah dilatih untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai pandangan Saksi Yehova. Bahkan mereka tidak akan segan-segan untuk mengutip ayat-ayat Alkitab guna mendukung pendapat mereka, walaupun ayat-ayat Alkitab yang dikutip tersebut belum tentu sesuai dengan konteksnya. Dengan kata lain, para anggota Saksi Yehova akan menghalalkan segala cara agar argumen mereka kuat sehingga orang-orang dapat terpengaruh untuk menjadi pengikut mereka.

Ajaran Saksi Yehova


1. Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus
Saksi Yehova percaya bahwa hanya ada satu Allah saja, yaitu Yehova. Mereka percaya bahwa Allah Yehova tidak memiliki sifat tritunggal (tiga pribadi dalam satu) karena mereka menganggap bahwa ajaran tritunggal itu adalah ajaran bangsa kafir yang percaya akan banyak dewa, sehingga ajaran Allah Tritunggal dianggap diciptakan oleh setan. Menurut ajaran Gereja Bethel Indonesia (GBI), Allah yang kita sembah adalah Allah yang memiliki tiga pribadi, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus), dan Allah Roh Kudus. Tiga pribadi menjadi satu kesatuan.

Saksi Yehova juga percaya bahwa Yesus bukan Allah. Yesus hanyalah suatu “ilah kecil” ciptaan Allah yang mula-mula, yang dinamai “Mikhael” atau “Logos” (Firman) sebelum datang ke dunia, lalu dinamai Yesus selama berada di dunia. Mereka tidak mengakui pribadi Yesus sebagai manusia dan Tuhan. Oleh sebab itu, Saksi Yehova tidak menyembah dan tidak menujukan doanya kepada Yesus. Menurut ajaran GBI, Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia (Yoh. 1:1-2, 14) sehingga kita percaya bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Allah. Yesus adalah awal dari segala ciptaan (Why. 3:14) dan oleh karena Dia segala sesuatu diciptakan (Yoh. 1:3).

Saksi Yehova juga tidak menganggap Roh Kudus sebagai Allah. Mereka menganggap bahwa roh Kudus hanyalah sebuah tenaga aktif atau kuasa yang keluar dari Allah. Menurut ajaran GBI, Roh Kudus adalah pribadi ketiga Allah yang setara dengan Bapa dan Anak.

2. Alkitab
Saksi Yehova percaya bahwa Alkitab tidak mengandung kesalahan karena ditulis dengan cermat oleh orang-orang yang didiktekan oleh Allah. Akan tetapi mereka menganggap bahwa Alkitab terjemahan yang sekarang ini mengandung banyak kesalahan dalam penerjemahan, sehingga Saksi Yehova menerbitkan Alkitab versi mereka sendiri dengan nama New World Translation, yang mendukung doktrin Saksi Yehova yang diciptakan oleh para pendirinya.

Menurut ajaran GBI, Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus kepada hamba-hamba-Nya yang diurapi. Terjemahan Alkitab yang ada pada kita sekarang sudah diterjemahkan oleh ahli-ahli tafsir. Sebaliknya alkitab Saksi Yehova diterjemahkan oleh para tokoh pendirinya, yang bukan ahli tafsir Alkitab. Dengan demikian, ayat-ayat dalam alkitab Saksi Yehova banyak mengandung kesalahan dalam penafsiran, bahkan alkitab mereka diterjemahkan untuk mendukung doktrin mereka, yang bertentangan dengan ajaran Kristen.

3. Manusia
Saksi Yehova percaya bahwa manusia adalah gabungan debu tanah dan nafas Allah, sehingga hakekat manusia sama dengan binatang pada umumnya. Apabila manusia mati, maka jiwa manusia akan turut mati bersama tubuh. Saksi Yehova tidak percaya adanya kehidupan kekal, kecuali bagi penganut Saksi Yehova sebanyak 144.000 orang pilihan yang akan masuk surga. Mereka menerjemahkan Wahyu 7:4 secara hurufiah, sehingga mereka percaya bahwa hanya 144.000 Saksi Yehova-lah yang akan masuk surga. Namun sekitar tahun 1931, jumlah penganut Saksi Yehova sudah melampaui 144.000 orang, kemudian mereka menciptakan doktrin “Firdaus,” di mana penganut Saksi Yehova lainnya akan tinggal di Firdaus, yaitu di bumi ini. Manusia-manusia lain di luar penganut Saksi Yehova akan dimusnahkan.

Saksi Yehova percaya bahwa kematian sebagai “tidur rohani,” di mana yang mati menunggu datangnya hari penghakiman untuk memutuskan apakah manusia masuk ke kekalan (surga atau firdaus di bumi) atau dimusnahkan. Ajaran Saksi Yehova tidak mengakui adanya dosa dan hukuman, sehingga manusia tidak memiliki tanggung jawab etis untuk hidup dalam kebenaran. Dengan kata lain, menurut ajaran Saksi Yehova, semua manusia ditakdirkan hanya untuk mati, kecuali bagi 144.000 anggota terpilih yang akan masuk surga dan anggota-anggota lainnya yang akan menetap di firdaus, yakni di bumi.

Menurut ajaran GBI, kehidupan kekal adalah sesuatu yang nyata karena Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa manusia bukan sekedar debu tanah saja, tetapi mempunyai sifat jiwa yang kekal, baik di surga ataupun di neraka. Ajaran ini terlihat jelas dalam perumpamaan Yesus mengenai “Orang kaya dan Lazarus yang miskin” (Luk. 16:19-31). Di sini terlihat bahwa setiap manusia mempunyai tanggung jawab terhadap segala tindakannya di bumi.

4. Penebusan dan Keselamatan
Saksi Yehova tidak percaya terhadap penebusan oleh darah Yesus di kayu salib yang menyelamatkan umat manusia. Mereka menganggap bahwa Yesus mati di kayu salib, dan yang bangkit hanya roh Yesus saja tetapi tubuh-Nya tetap mati. Maka dari itu, Saksi Yehova mengajarkan bahwa keselamatan itu bukan karena karya Yesus, melainkan karya pribadi masing-masing.

Untuk memperoleh keselamatan, setiap anggota Saksi Yehova harus melakukan perbuatan baik agar mereka dapat memperoleh kehidupan kekal di dalam kerajaan Allah Yehova. Apabila mereka tidak melakukan perbuatan baik, maka mereka tidak akan memperoleh keselamatan melainkan akan dimusnahkan. Perbuatan baik yang paling ditekankan oleh Saksi Yehova adalah menyebarkan “injil” (ajaran Saksi Yehova), maka dari itu tidaklah mengejutkan apabila melihat anggota-anggota Saksi Yehova bergitu bersemangat dalam “menginjil.”

Dalam ajaran GBI, keselamatan bukanlah usaha manusia sendiri, melainkan anugerah Allah, dan perbuatan baik adalah buah yang keluar dari kehidupan orang percaya (Ef. 2:8-10; Tit. 2:11-14). Sedangkan Saksi Yehova mengajarkan kebalikannya.

Selain itu, Saksi Yehova juga mengesampingkan ajaran tentang dosa, pertobatan, pengampunan, dan kasih. Mereka tidak mempunyai keyakinan akan keselamatan, karena ragu-ragu apakah akan masuk ke dalam kelompok 144.000 orang pilihan yang akan masuk ke surga, atau menjadi orang yang tinggal di firdaus bumi, atau menjadi orang yang akan dibinasakan. Dengan demikian, setiap anggota Saksi Yehova menjadi sangat militan dan fanatik karena takut tidak masuk ke dalam golongan 144.000 orang pilihan ataupun orang yang hidup di firdaus bumi.

Dalam ajaran GBI, keselamatan diperoleh umat Kristen dari karya penebusan Yesus di atas kayu salib (1 Pet. 2:24-25). Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan diberikan kepada manusia sejak ia percaya dan tidak perlu menunggu sampai akhir zaman di Firdaus (Luk. 23:43; Why. 14:13). Ayat Alkitab yang paling terkenal mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Dengan demikian, jelaslah bahwa ajaran Saksi Yehova bertentangan dengan Alkitab, karena Alkitab mengatakan bahwa Allah sendiri telah menjanjikan keselamatan bagi setiap umat Kristen yang percaya kepada Yesus.

5. Neraka dan Surga
Saksi Yehova tidak percaya bahwa neraka adalah lautan api sebagai tempat siksaan kekal. Saksi Yehova menganggap bahwa bahasa asli untuk kata “neraka,” yaitu sheol (Ibrani) atau hades (Yunani), hanyalah berarti tempat kuburan. Menurut mereka, mati adalah tidur rohani sampai akhir zaman. Setelah akhir zaman, maka semua manusia akan diperhadapkan kepada tiga kemungkinan, yaitu:
a. Masuk surga, bagi 144.000 orang pilihan (sesuai dengan tafsiran mereka terhadap Wahyu 7:4 yang diterjemahkan secara hurufiah).
b. Firdaus, bagi penganut Saksi Yehova di luar 144.00 orang pilihan. Ajaran tentang Firdaus muncul sejak penganut Saksi Yehova telah melebihi jumlah 144.000 orang, sehingga pemimpinnya menciptakan doktrin Firdaus.
c. Dimusnahkan (cease to exist). Saksi Yehova tidak percaya bahwa pada akhir zaman orang jahat akan hidup untuk dimasukkan ke dalam penyiksaan kekal, tetapi mereka percaya bahwa orang jahat akan benar-benar dimusnahkan.

Menurut ajaran GBI, Alkitab telah berbicara bahwa neraka adalah tempat siksaan yang kekal, sebagai lautan api bagi orang berdosa yang menolak anugerah Allah dalam Yesus (Mat. 5:22; 10:28; 25:46; Mrk. 9:43-48; Why. 20:14-15). Dengan demikian, neraka bukanlah sebagai sebuah ungkapan saja melainkan sebuah kenyataan yang kekal.

6. Kedatangan Kristus dan Kerajaan 1000 Tahun
Saksi Yehova percaya bahwa pada saat Yesus datang kembali ke dunia akan terjadi perang Armagedon, yaitu perang terakhir antara Allah Yehova dengan Iblis beserta dengan organisasi-organisasinya termasuk gereja, agama, dan negara. Bagi orang-orang yang menolak ajaran Saksi Yehova akan dimusnahkan bersama Iblis, dan mereka yang menerima ajaran Saksi Yehova akan dimasukkan ke surga, yaitu bagi ke-144.000 orang pilihan, dan dimasukkan ke firdaus di bumi bagi anggota-anggota Saksi Yehova lainnya.

Menurut ajaran GBI, sebagaimana dikatakan dalam Pengakutan Iman GBI, kedatangan Yesus kembali adalah untuk membangkitkan semua umat-Nya yang telah mati dan mengangkat semua umat-Nya yang masih hidup, lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudus-Nya untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini. Orang benar akan dibangkitkan pada kebangkitan pertama untuk menerima kehidupan kekal, dan orang jahat akan dibangkitkan pada kebangkitan kedua untuk menerima hukuman kekal.

Mengenai kedatangan Yesus kembali, pemimpin Saksi Yehova pernah meramalkan bahwa Yesus akan datang pada tahun 1914. Setelah ramalan tersebut meleset, mereka meramal kembali, yaitu pada tahun-tahun 1918, 1921, 1925, 1941, 1975, dan 1992. GBI dengan jelas menentang ramalan-ramalan tentang kedatangan Yesus kembali, karena tentang kedatangan Yesus kembali hanya diketahui oleh Bapa saja (Mat. 24:36).

7. Berbagai Larangan dan Pantangan
Setiap anggota Saksi Yehova diwajibkan untuk mengikuti berbagai pantangan, seperti pantangan-pantangan untuk berjudi, merokok, mabuk-mabukan, merayakan hari-hari raya tradisional dan populer, merayakan Paskah dan Natal, memberi hormat kepada bendera, memasuki dinas militer, ikut dalam pemilihan umum, serta menjadi pegawai negeri. Ajaran Saksi Yehova percaya bahwa pemerintahan adalah alat Iblis yang ada di dunia.

Saksi Yehova juga melarang pengikutnya untuk makan darah ataupun melakukan transfusi darah, baik sebagai pendonor maupun sebagai penerima (pasien). Mereka percaya bahwa darah adalah sama dengan kehidupan atau nyawa yang suci dan berharga. Di sinilah letak pemahaman mereka kenapa mereka menolak dinas militer, karena dianggap mengijinkan pertumpahan darah dan pembunuhan. Dengan demikian, apabila ada anggota Saksi Yehova yang memerlukan transfusi darah, misalnya karena kecelakaan ataupun penyakit, tidak diperbolehkan untuk melakukannya, sehingga mereka akan meninggal dengan sendirinya karena kehabisan darah.

Menurut ajaran GBI, setiap umat Tuhan tidak dilarang untuk merayakan hari-hari raya tradisional dan populer, sepanjang perayaan-perayaan tersebut tidak mengandung unsur penyembahan berhala dan kompromi iman. GBI juga tidak melarang umat Tuhan melaksanakan peraturan-peraturan negara ataupun ikut terlibat dalam upacara-upacara kenegaraan, selama semuanya tidak bertentangan dengan Firman Allah. GBI juga tidak melarang umat Tuhan untuk melakukan transfusi darah, selama hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menolong dan menyelamatkan manusia, dan dinyatakan aman secara medis.

Apa Tindakan Kita Terhadap Saksi Yehova?


Sebagai umat Tuhan, kita tidak perlu kuatir apabila dikunjungi atau “diinjili” oleh anggota-anggota Saksi Yehova. Kita diajar oleh Tuhan Yesus untuk mengasihi semua orang dan memberitakan Kabar Keselamatan melalui Yesus Kristus kepada semua makhluk (Mrk. 16:15). Dengan demikian, kita juga terpanggil untuk mengasihi mereka dan berupaya untuk memberitakan Kabar Keselamatan kepada mereka. Oleh sebab itu kita perlu kiat-kiat khusus dalam menjangkau mereka, karena apabila kita tidak memiliki kiat-kiat dalam menjangkau mereka, tidak tertutup kemungkinan malahan kita yang akan “dijangkau” oleh mereka untuk menjadi anggota Saksi Yehova.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah rajin membaca Alkitab dan bersaat teduh agar kita mengusai ayat-ayat Alkitab dan selalu berada dalam bimbingan dan penjagaan Tuhan.

Hal kedua adalah apabila kita berjumpa dengan anggota-anggota Saksi Yehova, maka kita harus memberitakan kepada mereka bahwa dengan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat maka kita akan masuk surga. Jumlah 144.000 umat pilihan Tuhan yang ada di Wahyu 7:4 tidak bisa diterjemahkan secara hurufiah, karena Tuhan tidak hanya menyelamatkan 144.000 orang saja tetapi Tuhan menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya (Yoh. 3:16).

Selanjutnya kita perlu memberi tahu mereka bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib dan bukan oleh perbuatan baik. Keselamatan bukanlah usaha manusia sendiri, melainkan anugerah Allah, dan perbuatan baik yang kita lakukan adalah buah yang keluar dari kehidupan orang percaya yang telah memperoleh keselamatan (Ef. 2:8-10; Tit. 2:11-14).

Hal ketiga adalah kita jangan terpancing untuk memperdebatkan ayat Alkitab, tetapi ajak mereka untuk mengamati Alkitab ayat demi ayat, pasal demi pasal, dan bukan mencari ayat-ayat bukti untuk mendukung pendapat kita tanpa memikirkan konteksnya.

Hal terakhir adalah kita harus mendoakan mereka agar Roh Kudus dapat menjamahnya sehingga ia sadar bahwa keselamatan hanya ada dalam Nama Yesus.Watchtower Headquarters in Brooklyn, New York, AS (Wikipedia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar