Pandangan Gereja Bethel Indonesia Terhadap Ajaran Saksi Yehova
Oleh Departemen Theologia dan Pendidikan Gereja Bethel Indonesia Diringkas oleh Pdp. Yohannes Nahuway, S.Th.
Pendahuluan
Mendengar
nama Saksi Yehova mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Mungkin
kita pernah berjumpa dengan anggota-anggotanya di tempat kerja, angkutan
umum, atau bahkan rumah kita pernah dikunjungi oleh mereka. Dalam
ajaran Saksi Yehova, menyebarkan “injil” (ajaran Saksi Yehova) adalah
suatu perbuatan baik yang harus dilakukan oleh seluruh anggotanya agar
mereka dapat masuk surga. Maka dari itu, janganlah kaget apabila seluruh
anggota Saksi Yehova begitu bersemangat untuk menyebarkan “injil”
mereka.
Dalam upaya untuk menyebarkan “injil”, setiap anggota
Saksi Yehova sudah dilatih dan diberi bekal untuk memperdebatkan
pandangan mereka dengan pandangan agama lain, khususnya agama Kristen.
Fokus utama penyebaran “injil” Saksi Yehova adalah kepada orang-orang
Kristen. Oleh sebab itu, apabila orang-orang Kristen kurang paham akan
ajaran Alkitab, maka mereka akan dengan mudah digoyahkan iman
Kristennya, sehingga terjerat penginjilan Saksi Yehova.
Perlu
diketahui bahwa Saksi Yehova adalah sebuah sekte atau aliran sesat yang
mengklaim diri sebagai umat Kristen tetapi ajarannya bertolakbelakang
dengan ajaran Kristen. Dalam ajaran Saksi Yehova, Yesus tidak diakui
sebagai Allah yang datang dalam wujud manusia untuk menebus dosa-dosa
manusia. Mereka juga menganggap bahwa Alkitab yang digunakan oleh umat
Kristen memiliki kesalahan dalam penerjemahan. Oleh sebab itu, mereka
memiliki alkitab versi mereka sendiri.
Sepak Terjang Saksi Yehova di Indonesia
Pada
tahun 1976, sepak terjang Saksi Yehova di Indonesia pernah dilarang
melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia, akan tetapi pada
tanggal 1 Juni 2001, Surat Keputusan tersebut dicabut oleh Jaksa Agung
Republik Indonesia. Dengan demikian, sepak terjang mereka sudah tidak
dapat dibatasi lagi di Indonesia. Dengan kata lain, sekarang ini Saksi
Yehova sudah dapat bergerak dengan bebas di Indonesia.
Bahaya Saksi Yehova
Sebagaimana
telah dikatakan di atas bahwa Saksi Yehova adalah aliran atau sekte
sesat, maka dari itu ada beberapa alasan mengapa Saksi Yehova berbahaya
bagi orang Kristen, khususnya bagi yang kurang paham tentang ajaran
Alkitab.
1. Saksi Yehova mirip dengan KristenSemua
anggota Saksi Yehova selalu mengaku bahwa mereka adalah orang Kristen
yang berasal dari gereja Kristen. Bahkan oleh pemerintah Indonesia,
pergerakan mereka di Indonesia dianggap sebagai salah satu bagian dari
umat Kristen. Kemudian mereka juga menggunakan Alkitab yang dipergunakan
oleh orang Kristen, sekalipun mereka memiliki kitab suci mereka sendiri
yaitu New World Translation (Terjemahan Dunia Baru). Mereka juga
memiliki sakramen yang dilakukan oleh umat Kristen, yaitu Sakramen
Baptisan dan Sakramen Perjamuan Kudus.
2. Saksi Yehova giat dalam menyebarkan “injil”Saksi
Yehova sangat menekankan pemberitaan “injil”, maka dari itu pertumbuhan
mereka mengalami kemajuan yang pesat. Hal ini bisa terjadi karena dalam
ajaran Saksi Yehova tidak ada pembedaan antara pendeta dengan orang
awam, sehingga setiap anggota Saksi Yehova didorong dan dilatih untuk
memberitakan “injil”, khususnya kepada orang Kristen yang kurang paham
tentang ajaran Alkitab. Setiap anggota Saksi Yehova diajar untuk
memiliki sikap militan dan agresif dalam penginjilan mereka, sehingga
mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang demi gerakan mereka.
Sedangkan di lain pihak, banyak orang Kristen yang tidak melakukan
penginjilan karena tidak rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang bagi
Kristus.
3. Saksi Yehova menggunakan literatur dengan hebatSaksi
Yehova merupakan satu-satunya agama atau bidat yang penggunaan
literaturnya tidak dapat ditandingi. Mereka telah menerbitkan banyak
buku dan traktat, terutama The Watchtower (Menara Pengawal) mulai tahun
1879, yang kini sudah mencapai lebih dari 24 juta eksemplar dan
diterbitkan ke dalam 144 bahasa. Mereka juga telah menerbitkan majalah
Awake! (Sedarlah!) yang kini telah mencapai lebih dari 21 juta eksemplar
dan diterbitkan ke dalam 87 bahasa.
4. Ajaran Saksi Yehova sederhana dan mudah diterima akalDibandingkan
dengan ajaran Kristen, ajaran Saksi Yehova kelihatannya lebih sederhana
dan lebih mudah diterima oleh akal. Sebagai contoh, mereka tidak
mempercayai bahwa Allah itu adalah Allah Tritunggal, yang terdiri dari
Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Mereka percaya bahwa Allah
hanya ada satu saja, yaitu Yehova. Sedangkan Yesus adalah ciptaan Allah
yang mula-mula. Jadi dalam ajaran mereka, Yesus dianggap sebagai suatu
“allah kecil” yang dinamai “Mikhael”, di mana Yesus tidak diakui sebagai
Allah dan sekaligus manusia. Karena Yesus bukan Allah, maka semua doa
Saksi Yehova tidak ditujukan kepada Yesus.
5. Saksi Yehova melakukan indoktrinasi yang kuatPara
anggota Saksi Yehova diindoktrinasi dengan kuat sekali, sehingga mereka
memiliki pemahaman doktrin Saksi Yehova yang dalam. Dengan demikian,
mereka akan ahli memperdebatkan doktrin mereka dengan doktrin Kristen
ketika mereka menyebarkan “injil,” sehingga orang Kristen yang tidak
memiliki pemahaman doktrin Kristen dengan baik akan dapat terpengaruh.
6. Saksi Yehova mempunyai cara berargumentasi yang kuatKarena
telah dipersiapkan dengan baik, maka setiap anggota Saksi Yehova
memiliki kemampuan untuk beragumentasi dalam menyebarkan “injil.” Mereka
telah dilatih untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai pandangan
Saksi Yehova. Bahkan mereka tidak akan segan-segan untuk mengutip
ayat-ayat Alkitab guna mendukung pendapat mereka, walaupun ayat-ayat
Alkitab yang dikutip tersebut belum tentu sesuai dengan konteksnya.
Dengan kata lain, para anggota Saksi Yehova akan menghalalkan segala
cara agar argumen mereka kuat sehingga orang-orang dapat terpengaruh
untuk menjadi pengikut mereka.
Ajaran Saksi Yehova
1. Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh KudusSaksi
Yehova percaya bahwa hanya ada satu Allah saja, yaitu Yehova. Mereka
percaya bahwa Allah Yehova tidak memiliki sifat tritunggal (tiga pribadi
dalam satu) karena mereka menganggap bahwa ajaran tritunggal itu adalah
ajaran bangsa kafir yang percaya akan banyak dewa, sehingga ajaran
Allah Tritunggal dianggap diciptakan oleh setan. Menurut ajaran Gereja
Bethel Indonesia (GBI), Allah yang kita sembah adalah Allah yang
memiliki tiga pribadi, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus), dan Allah
Roh Kudus. Tiga pribadi menjadi satu kesatuan.
Saksi Yehova juga
percaya bahwa Yesus bukan Allah. Yesus hanyalah suatu “ilah kecil”
ciptaan Allah yang mula-mula, yang dinamai “Mikhael” atau “Logos”
(Firman) sebelum datang ke dunia, lalu dinamai Yesus selama berada di
dunia. Mereka tidak mengakui pribadi Yesus sebagai manusia dan Tuhan.
Oleh sebab itu, Saksi Yehova tidak menyembah dan tidak menujukan doanya
kepada Yesus. Menurut ajaran GBI, Yesus adalah Allah yang menjelma
menjadi manusia (Yoh. 1:1-2, 14) sehingga kita percaya bahwa Yesus
adalah 100% manusia dan 100% Allah. Yesus adalah awal dari segala
ciptaan (Why. 3:14) dan oleh karena Dia segala sesuatu diciptakan (Yoh.
1:3).
Saksi Yehova juga tidak menganggap Roh Kudus sebagai Allah.
Mereka menganggap bahwa roh Kudus hanyalah sebuah tenaga aktif atau
kuasa yang keluar dari Allah. Menurut ajaran GBI, Roh Kudus adalah
pribadi ketiga Allah yang setara dengan Bapa dan Anak.
2. AlkitabSaksi
Yehova percaya bahwa Alkitab tidak mengandung kesalahan karena ditulis
dengan cermat oleh orang-orang yang didiktekan oleh Allah. Akan tetapi
mereka menganggap bahwa Alkitab terjemahan yang sekarang ini mengandung
banyak kesalahan dalam penerjemahan, sehingga Saksi Yehova menerbitkan
Alkitab versi mereka sendiri dengan nama New World Translation, yang
mendukung doktrin Saksi Yehova yang diciptakan oleh para pendirinya.
Menurut
ajaran GBI, Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus
kepada hamba-hamba-Nya yang diurapi. Terjemahan Alkitab yang ada pada
kita sekarang sudah diterjemahkan oleh ahli-ahli tafsir. Sebaliknya
alkitab Saksi Yehova diterjemahkan oleh para tokoh pendirinya, yang
bukan ahli tafsir Alkitab. Dengan demikian, ayat-ayat dalam alkitab
Saksi Yehova banyak mengandung kesalahan dalam penafsiran, bahkan
alkitab mereka diterjemahkan untuk mendukung doktrin mereka, yang
bertentangan dengan ajaran Kristen.
3. ManusiaSaksi
Yehova percaya bahwa manusia adalah gabungan debu tanah dan nafas Allah,
sehingga hakekat manusia sama dengan binatang pada umumnya. Apabila
manusia mati, maka jiwa manusia akan turut mati bersama tubuh. Saksi
Yehova tidak percaya adanya kehidupan kekal, kecuali bagi penganut Saksi
Yehova sebanyak 144.000 orang pilihan yang akan masuk surga. Mereka
menerjemahkan Wahyu 7:4 secara hurufiah, sehingga mereka percaya bahwa
hanya 144.000 Saksi Yehova-lah yang akan masuk surga. Namun sekitar
tahun 1931, jumlah penganut Saksi Yehova sudah melampaui 144.000 orang,
kemudian mereka menciptakan doktrin “Firdaus,” di mana penganut Saksi
Yehova lainnya akan tinggal di Firdaus, yaitu di bumi ini.
Manusia-manusia lain di luar penganut Saksi Yehova akan dimusnahkan.
Saksi
Yehova percaya bahwa kematian sebagai “tidur rohani,” di mana yang mati
menunggu datangnya hari penghakiman untuk memutuskan apakah manusia
masuk ke kekalan (surga atau firdaus di bumi) atau dimusnahkan. Ajaran
Saksi Yehova tidak mengakui adanya dosa dan hukuman, sehingga manusia
tidak memiliki tanggung jawab etis untuk hidup dalam kebenaran. Dengan
kata lain, menurut ajaran Saksi Yehova, semua manusia ditakdirkan hanya
untuk mati, kecuali bagi 144.000 anggota terpilih yang akan masuk surga
dan anggota-anggota lainnya yang akan menetap di firdaus, yakni di bumi.
Menurut
ajaran GBI, kehidupan kekal adalah sesuatu yang nyata karena Alkitab
dengan jelas menyatakan bahwa manusia bukan sekedar debu tanah saja,
tetapi mempunyai sifat jiwa yang kekal, baik di surga ataupun di neraka.
Ajaran ini terlihat jelas dalam perumpamaan Yesus mengenai “Orang kaya
dan Lazarus yang miskin” (Luk. 16:19-31). Di sini terlihat bahwa setiap
manusia mempunyai tanggung jawab terhadap segala tindakannya di bumi.
4. Penebusan dan KeselamatanSaksi
Yehova tidak percaya terhadap penebusan oleh darah Yesus di kayu salib
yang menyelamatkan umat manusia. Mereka menganggap bahwa Yesus mati di
kayu salib, dan yang bangkit hanya roh Yesus saja tetapi tubuh-Nya tetap
mati. Maka dari itu, Saksi Yehova mengajarkan bahwa keselamatan itu
bukan karena karya Yesus, melainkan karya pribadi masing-masing.
Untuk
memperoleh keselamatan, setiap anggota Saksi Yehova harus melakukan
perbuatan baik agar mereka dapat memperoleh kehidupan kekal di dalam
kerajaan Allah Yehova. Apabila mereka tidak melakukan perbuatan baik,
maka mereka tidak akan memperoleh keselamatan melainkan akan
dimusnahkan. Perbuatan baik yang paling ditekankan oleh Saksi Yehova
adalah menyebarkan “injil” (ajaran Saksi Yehova), maka dari itu tidaklah
mengejutkan apabila melihat anggota-anggota Saksi Yehova bergitu
bersemangat dalam “menginjil.”
Dalam ajaran GBI, keselamatan
bukanlah usaha manusia sendiri, melainkan anugerah Allah, dan perbuatan
baik adalah buah yang keluar dari kehidupan orang percaya (Ef. 2:8-10;
Tit. 2:11-14). Sedangkan Saksi Yehova mengajarkan kebalikannya.
Selain
itu, Saksi Yehova juga mengesampingkan ajaran tentang dosa, pertobatan,
pengampunan, dan kasih. Mereka tidak mempunyai keyakinan akan
keselamatan, karena ragu-ragu apakah akan masuk ke dalam kelompok
144.000 orang pilihan yang akan masuk ke surga, atau menjadi orang yang
tinggal di firdaus bumi, atau menjadi orang yang akan dibinasakan.
Dengan demikian, setiap anggota Saksi Yehova menjadi sangat militan dan
fanatik karena takut tidak masuk ke dalam golongan 144.000 orang pilihan
ataupun orang yang hidup di firdaus bumi.
Dalam ajaran GBI,
keselamatan diperoleh umat Kristen dari karya penebusan Yesus di atas
kayu salib (1 Pet. 2:24-25). Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan
diberikan kepada manusia sejak ia percaya dan tidak perlu menunggu
sampai akhir zaman di Firdaus (Luk. 23:43; Why. 14:13). Ayat Alkitab
yang paling terkenal mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan
dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya
setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Dengan demikian, jelaslah bahwa ajaran
Saksi Yehova bertentangan dengan Alkitab, karena Alkitab mengatakan
bahwa Allah sendiri telah menjanjikan keselamatan bagi setiap umat
Kristen yang percaya kepada Yesus.
5. Neraka dan SurgaSaksi
Yehova tidak percaya bahwa neraka adalah lautan api sebagai tempat
siksaan kekal. Saksi Yehova menganggap bahwa bahasa asli untuk kata
“neraka,” yaitu sheol (Ibrani) atau hades (Yunani), hanyalah berarti
tempat kuburan. Menurut mereka, mati adalah tidur rohani sampai akhir
zaman. Setelah akhir zaman, maka semua manusia akan diperhadapkan kepada
tiga kemungkinan, yaitu:
a. Masuk surga, bagi 144.000 orang pilihan (sesuai dengan tafsiran mereka terhadap Wahyu 7:4 yang diterjemahkan secara hurufiah).
b. Firdaus,
bagi penganut Saksi Yehova di luar 144.00 orang pilihan. Ajaran tentang
Firdaus muncul sejak penganut Saksi Yehova telah melebihi jumlah
144.000 orang, sehingga pemimpinnya menciptakan doktrin Firdaus.
c. Dimusnahkan (cease to exist).
Saksi Yehova tidak percaya bahwa pada akhir zaman orang jahat akan
hidup untuk dimasukkan ke dalam penyiksaan kekal, tetapi mereka percaya
bahwa orang jahat akan benar-benar dimusnahkan.
Menurut ajaran
GBI, Alkitab telah berbicara bahwa neraka adalah tempat siksaan yang
kekal, sebagai lautan api bagi orang berdosa yang menolak anugerah Allah
dalam Yesus (Mat. 5:22; 10:28; 25:46; Mrk. 9:43-48; Why. 20:14-15).
Dengan demikian, neraka bukanlah sebagai sebuah ungkapan saja melainkan
sebuah kenyataan yang kekal.
6. Kedatangan Kristus dan Kerajaan 1000 TahunSaksi
Yehova percaya bahwa pada saat Yesus datang kembali ke dunia akan
terjadi perang Armagedon, yaitu perang terakhir antara Allah Yehova
dengan Iblis beserta dengan organisasi-organisasinya termasuk gereja,
agama, dan negara. Bagi orang-orang yang menolak ajaran Saksi Yehova
akan dimusnahkan bersama Iblis, dan mereka yang menerima ajaran Saksi
Yehova akan dimasukkan ke surga, yaitu bagi ke-144.000 orang pilihan,
dan dimasukkan ke firdaus di bumi bagi anggota-anggota Saksi Yehova
lainnya.
Menurut ajaran GBI, sebagaimana dikatakan dalam
Pengakutan Iman GBI, kedatangan Yesus kembali adalah untuk membangkitkan
semua umat-Nya yang telah mati dan mengangkat semua umat-Nya yang masih
hidup, lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan
datang kembali bersama orang kudus-Nya untuk mendirikan Kerajaan Seribu
Tahun di bumi ini. Orang benar akan dibangkitkan pada kebangkitan
pertama untuk menerima kehidupan kekal, dan orang jahat akan
dibangkitkan pada kebangkitan kedua untuk menerima hukuman kekal.
Mengenai
kedatangan Yesus kembali, pemimpin Saksi Yehova pernah meramalkan bahwa
Yesus akan datang pada tahun 1914. Setelah ramalan tersebut meleset,
mereka meramal kembali, yaitu pada tahun-tahun 1918, 1921, 1925, 1941,
1975, dan 1992. GBI dengan jelas menentang ramalan-ramalan tentang
kedatangan Yesus kembali, karena tentang kedatangan Yesus kembali hanya
diketahui oleh Bapa saja (Mat. 24:36).
7. Berbagai Larangan dan PantanganSetiap
anggota Saksi Yehova diwajibkan untuk mengikuti berbagai pantangan,
seperti pantangan-pantangan untuk berjudi, merokok, mabuk-mabukan,
merayakan hari-hari raya tradisional dan populer, merayakan Paskah dan
Natal, memberi hormat kepada bendera, memasuki dinas militer, ikut dalam
pemilihan umum, serta menjadi pegawai negeri. Ajaran Saksi Yehova
percaya bahwa pemerintahan adalah alat Iblis yang ada di dunia.
Saksi
Yehova juga melarang pengikutnya untuk makan darah ataupun melakukan
transfusi darah, baik sebagai pendonor maupun sebagai penerima (pasien).
Mereka percaya bahwa darah adalah sama dengan kehidupan atau nyawa yang
suci dan berharga. Di sinilah letak pemahaman mereka kenapa mereka
menolak dinas militer, karena dianggap mengijinkan pertumpahan darah dan
pembunuhan. Dengan demikian, apabila ada anggota Saksi Yehova yang
memerlukan transfusi darah, misalnya karena kecelakaan ataupun penyakit,
tidak diperbolehkan untuk melakukannya, sehingga mereka akan meninggal
dengan sendirinya karena kehabisan darah.
Menurut ajaran GBI,
setiap umat Tuhan tidak dilarang untuk merayakan hari-hari raya
tradisional dan populer, sepanjang perayaan-perayaan tersebut tidak
mengandung unsur penyembahan berhala dan kompromi iman. GBI juga tidak
melarang umat Tuhan melaksanakan peraturan-peraturan negara ataupun ikut
terlibat dalam upacara-upacara kenegaraan, selama semuanya tidak
bertentangan dengan Firman Allah. GBI juga tidak melarang umat Tuhan
untuk melakukan transfusi darah, selama hal itu dilakukan dengan tujuan
untuk menolong dan menyelamatkan manusia, dan dinyatakan aman secara
medis.
Apa Tindakan Kita Terhadap Saksi Yehova?
Sebagai
umat Tuhan, kita tidak perlu kuatir apabila dikunjungi atau “diinjili”
oleh anggota-anggota Saksi Yehova. Kita diajar oleh Tuhan Yesus untuk
mengasihi semua orang dan memberitakan Kabar Keselamatan melalui Yesus
Kristus kepada semua makhluk (Mrk. 16:15). Dengan demikian, kita juga
terpanggil untuk mengasihi mereka dan berupaya untuk memberitakan Kabar
Keselamatan kepada mereka. Oleh sebab itu kita perlu kiat-kiat khusus
dalam menjangkau mereka, karena apabila kita tidak memiliki kiat-kiat
dalam menjangkau mereka, tidak tertutup kemungkinan malahan kita yang
akan “dijangkau” oleh mereka untuk menjadi anggota Saksi Yehova.
Hal
pertama yang harus kita lakukan adalah rajin membaca Alkitab dan
bersaat teduh agar kita mengusai ayat-ayat Alkitab dan selalu berada
dalam bimbingan dan penjagaan Tuhan.
Hal kedua adalah apabila
kita berjumpa dengan anggota-anggota Saksi Yehova, maka kita harus
memberitakan kepada mereka bahwa dengan percaya kepada Yesus sebagai
Tuhan dan Juru Selamat maka kita akan masuk surga. Jumlah 144.000 umat
pilihan Tuhan yang ada di Wahyu 7:4 tidak bisa diterjemahkan secara
hurufiah, karena Tuhan tidak hanya menyelamatkan 144.000 orang saja
tetapi Tuhan menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya (Yoh.
3:16).
Selanjutnya kita perlu memberi tahu mereka bahwa
keselamatan hanya diperoleh melalui karya penebusan Yesus Kristus di
kayu salib dan bukan oleh perbuatan baik. Keselamatan bukanlah usaha
manusia sendiri, melainkan anugerah Allah, dan perbuatan baik yang kita
lakukan adalah buah yang keluar dari kehidupan orang percaya yang telah
memperoleh keselamatan (Ef. 2:8-10; Tit. 2:11-14).
Hal ketiga
adalah kita jangan terpancing untuk memperdebatkan ayat Alkitab, tetapi
ajak mereka untuk mengamati Alkitab ayat demi ayat, pasal demi pasal,
dan bukan mencari ayat-ayat bukti untuk mendukung pendapat kita tanpa
memikirkan konteksnya.
Hal terakhir adalah kita harus mendoakan
mereka agar Roh Kudus dapat menjamahnya sehingga ia sadar bahwa
keselamatan hanya ada dalam Nama Yesus.
Watchtower Headquarters in Brooklyn, New York, AS (Wikipedia)